Monday, June 23, 2008

TEMU KANGEN KASSMADJI_67

Pada tanggal 20 Juni 2008, telah diadakan temu kangen kassmadji_67 yang berdomisili di Jakarta bertempat di Resto Cething, Jl. Gandaria I no.57 jam 19:00.

Sebetulnya event ini diadakan untuk menindak lanjuti reuni kassmadji_67 yang telah diselenggarakan di Slo bulan lalu dimana tidak semua alumni bisa menghadiri berhubung masih banyak yang mempunyai kesibukan meskipun sudah hampir semua menjadi eyang kakung - putri tapi tetap saja banyak yang berminat menawari kerjaan, yach begitulah kalau menjadi alumni yg sangat populer dan menjadi idola bagi adik2nya.

Acara berjalan lancar, karena memang sudah lama sekali kita tidak saling jumpa, sehingga masing2 melampiaskan kekangenannya dengan bernostalgia masa 40 tahun silam. Ditambah suasananya yang sangat mendukung dimana hidangannya juga makanan khas Solo asli spt : sup galantine, tengkleng, sate buntel, salad solo, cabuk rambak dll. sehingga menambah semaraknya event tersebut. Ada spesial guest yang sengaja aku undang untuk menyemarakkan suasana yaitu Arswendo Atmowiloto itu lhoh penulis terkenal yang juga sutradara. Memang beliau sudah lama menjadi teman akrab sejak SMP dan dilanjutkan ke SMU tapi memang nasib berbicara lain beliau menjadi orang ternama dan selebritis sementara aku masih begini2 saja tidak kurang dan tidak lebih.
Tapi meskipun demikian aku sudah merasa bersyukur kepada Allah SWT - karena meskipun keadaan saya tidak berlebih tapi saya merasa berbahagia dengan dikaruniai dua anak yang sangat pandai dan berbakti kepada orang tua dan 2 orang cucu yang sangat manis, semoga mereka menjadi anak yang soleh dan soleha, berguna bagi nusa & bangsa. Karena kebahagiaan itu khan bisa berupa apa saja bukan hanya materi semata.

Akhirnya pertemuan itu usai pada jam 22:00, dimana kita sebetulnya masih enggan berpisah satu sama lain akan tetapi waktu sudah larut malam dan kita semua harus kembali ke kenyataan bahwa kami sudah mempunyai tanggung jawab - keluarga masing2 dimana merupakan amanah yang harus kita jaga dan kita lindungi sepanjang hidup kita.

Kami semua bersyukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk bisa bertemu dan berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal afiat, mudah2an Allah akan memberikan kesempatan2 yang lain lagi dimana kita bisa merasakan kebersamaan kembali.







Tuesday, June 3, 2008

PENYUMBAT SALURAN REZEKI

Penyumbat Saluran Rezeki

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan- Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. "Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?"
"Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?"
"Mengapa hati saya tidak pernah tenang?"

Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla "menahan" rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat?

Apa sajapenyebabnya?
Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya.
Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan.
Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama,
Lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.

Kedua,
Dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya." (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.

Ketiga,
Maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membuat rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat,
Pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

Kelima,
Enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. ( KH Abdullah Gymnastiar )

REUNI KASSMADJI_67


REUNI KASSMADJI_67

Pada tanggal 17 Mei 2008 diselenggarakan reuni angkatan 67 di Kemuning - Solo, dimana datang alumni dari kota2 lain diantaranya Bandung, Jakarta, Yogya, Semarang dan Surabaya.

Saya bareng mas Tjahyono berangkat dari Jakarta tanggal 16 pagi -jam 06:05 dengan menumpang pesawat Garuda dan sampai dengan selamat di Bandara Adi Sumarmo pada jam 06:45. Saya langsung menuju kerumah sahabat saya Bandriah di Jl. Adi Sucipto, rencananya kami 6 bersahabat akan bermalam di rumah beliau. Setelah beristirahat beberapa waktu, pada sore harinya kami menjemput sahabat kami dari Bandung Endang ke setasiun Solo Balapan dan dilanjutkan ke Tirtonadi stasiun bus untuk menjemput sahabat kami yang lain Hidana.

Setelah acara penjemputan selesai dan kami sudah ber kangen2an, pulanglah kami ke rumah. Malamnya diadakan small party untuk merayakan pertemuan kami yang telah lama sekali tidak saling bersua yaitu sekitar 40 tahun dimana setelah kami lulus dari SMU, masing2 saling meneruskan pendidikannya bahkan ada yang langsung menikah. Seperti saya dan Trayu, kami bersahabat mulai dari SD dan berlangsung terus sampai kami mahasiswa, malahan pernikahan kami pun berselang 3 hari, Trayu pada hari Minggu sedangkan saya pada hari Rabu berikutnya. Akan tetapi beliau tidak bisa bermalam bersama berhubung masih ada kesibukan yang mesti diselesaikan karenabeliau akan menjalankan ibadah Umroh pada hari Minggu.

Keesokan harinya acara reuni berlangsung dengan meriah dimana masing2 menceritakan pengalamannya dari perpisahan sampai pertemuan tersebut, sangat menghibur sekali apalagi hidangannya sangat nikmat, pokoknya sangat susah dilupakan oleh kita semua. Wah rasanya waktu berjalan sangat singkat dimana tiba saatnya kami untuk berpisah padahal kami masih sangat ingin sekali untuk ber canda2 dan ber nostalgia seperti 40 tahun yang lalu yang tentu saja sekarang sudah sangat berbeda sekali penampilannya, akan tetapi hal itu tidak mengurangi keakraban kita. Pada sore harinya kami menyempatkan kerumah salah satu sahabat kami yang sedang menderita stroke sejak 10 tahun yll, tentu saja beliau sangat senang sekali meskipun tidak bisa mengungkapkan perasaannya kami semua tahu bahwa beliau terharu bahwa dirinya masih di ingat oleh teman2 seperjuangannya.

Saya pulang ke Jakarta pada hari Minggu sore dengan pesawat Garuda kembali dan ber sama2 mas Tjahyono lagi. Tepat pada jam 07:10 kami mendarat di bandara dan seterusnya kami meneruskan perjalanan kami ke rumah masing2. Akhirnya event tersebut akan tetap menjadi kenangan terindah yang tak akan mudah terlupakan, last but not least saya masih bersyukur ke hadirat Allah SWT bahwa saya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan sahabat2 saya yang tidak akan tergantikan sampai kapanpun. Akhirnya kembalilah saya pada rutinitas se-hari2, bekerja dan saya harus melakoninya. Dan saya sangat berterima kasih kepada anak2 dan cucu2 saya yang telah menyayangi dan memperhatikan saya dalam mengahadapi sisa hidup saya ini.