Monday, December 29, 2008

Menyambut Tahun Baru

Sudah lama sekali aku tidak menulis disini sampai kangen sekali aku untuk mengisinya. Maklumlah bulan2 lalu aku sedang sibuk boyongan dari rumah lama ke rumah baru, tapi bukan berarti aku sudah memiliki rumah baru alias beli lho, tapi sekarang aku tinggal dengan anakku yang bungsu notabene back to oldhouse katanya. Sebetulnya aku tidak mau merepotkan anak-anakku akan tetapi mereka selalu saja minta agar aku bisa tinggal bersama mereka katanya takut kalau aku sakit tidak ada yang merawatnya. Buatku banyak sekali positivenya karena dengan kepindahanku berarti lebih dekat dengan anak-cucu dimana buatku mereka adalah se-gala2nya, aku rela berkorban apa saja demi kebahagiaan mereka. Aku selalu merindukan mereka siang dan malam, kadang2 terbersit di pikiranku untuk bisa selalu bersama mereka akan tetapi hal itu adalah suatu impian yang tidak akan terjadi atau hanya suatu ilusi buat orang tua seperti aku atau seperti yang lainnya.

Mendekati tahun baru, anak2 sudah punya acara masing2, tadi malam anak & menantu berangkat ke Slo naik kereta untuk merayakan malam tahun baru di puncak Gunung Lawu. Meskipun dengan berat hati aku melepaskan keberangkatan mereka, tapi bagaimana lagi mereka khan sudah punya keluarga sendiri, dan aku selalu berpikir anak-cucu adalah titipan Allah SWT yang harus aku jaga dan pelihara semampuku, hanya doaku yang menyertai mereka agar selamat sampai kembali kepangkuanku.

Anakku yang besar mau melewati acara liburannya di Bandung, aku sangat senang mendengar bahwa mereka akan pergi menginap di Bandung walaupun hanya semalam. At least itu sudah cukup membikin cucuku Ima antusias, dimana selama ini liburannya selalu diisi dengan jalan2 dari Mall ke Mall, Toko buku dsb. Aku tidak bisa menyalahkan bapak-ibunya karena memang kondisinya masih pada muda dimana kesibukannya masih menghabiskan waktu dan energinya sesuai dengan dedikasi mereka sebagai pekerja2 yang tangguh.

Aku merasa bangga sekali dengan prestasi anak2 ku baik di keluarga, kantor dan masyrakat. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rachmad, hidayah, berkahnya dan membimbing mereka di jalan yang benar. Amin.

Tuesday, October 7, 2008

SERBA-SERBI LEBARAN

Setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, tibalah hari kemenangan yang kita nantikan.

Sejak gema takbir berkumandang, mulailah kegiatan rutinitas untuk menyambut Lebaran tiba, dimana hari istimewa yang telah kita nantikan tiba dengan segala pengorbanan dan ketulusan hati selama sebulan penuh.
Sore hari sebelum berbuka puasa yang terakhir, saya sudah merencanakan untuk menjemput cucu tercinta dari rumahnya untuk bermalam dirumah saya. Tentu saja ini adalah hal yang sangat meggembirakan saya karena baru kali ini saya akan menikmati malam takbiran bersama cucuku Ima yang sangat bisa menghibur dan menyejukkan hati seorang eyang yang sudah mulai tua dan merindukan kasih sayang dari anak2 dan cucu2 nya. Benar sekali malam tersebut saya lalui dengan penuh kegembiraan dimana ada keceriaan seorang cucu yang menemani saya dalam menghadapi Lebaran esok hari. Tapi apa gerangan yang terjadi, cucuku tersayang sangat susah sekali untuk tidur malam tersebut, mungkin karena terlalu exited untuk membantuku memasak makanan yang akan dihidangkan esok hari. Akhirnya dengan susah payah dan usaha yag maksimal cucuku terlelap juga pada pukul 04:00 dinihari dengan sangat damai sedangkan saya dibantu oleh Nia menyelesaikan tugas menyiapkan makanan satu demi satu, dimana makanan tersebut adalah makanan faforit anak2 saya yaitu sup buntut, opor ayam dan sambal goreng hati.

Pada pukul 10:00 datanglah anakku yang pertama ber-sama2 anak bungsu dan suaminya. Aku sambut kedatangan mereka dengan suka cita karena pada moment2 seperti inilah saya sangat merasakan kebahagiaan yang tiada tara sebagai orang tua yang selalu mengharapkan kunjungan dari orang2 yang dicintainya terutama keluarganya. Trus menyusul anak bungsu saya bersama isteri setelah selesai dari sowan mertuanya.

Akhirnya setelah waktu bergulir menjelang sore saya sendiri lagi setelah anak-cucu saya pulang satu demi satu, tapi moment itu akan selalu terpateri didalam benak saya dan akan saya tunggu selama Allah SWT memberi kesempatan pada saya untuk menikmatinya.

Terima kasih ya Allah, engkau telah memberikan kenikmatan kepadaku dengan anak2 & cucu2 yang baik dan sayang serta berbakti pada orang tua semoga mereka menjadi kafilah2 Mu dunia - akhirat. Amin Ya Robbal Alamin.




Monday, September 8, 2008

PUASA TIBA

Hi, rasanya sudah lama sekali aku tidak mengunjungi blog aku berhubung aku agak sakit2an akhir2 ini. Ada saja yang dirasakan sakit sampai2 terpaksa aku pergi ke dokter pribadiku yang selalu care akan kesehatanku.
Memang sudah sejak sebelum bulan puasa tiba aku merasa kurang fit apalagi banyak hal2 yang menyebabkan kesehatanku kurang prima. Tapi dengan datangnya bulan Ramadhan yaitu bulan suci yang dinantikan oleh kita semua keadaanku sudah mulai membaik dengan menjaga hal2 yang merupakan larangan yang kalau aku langgar bisa memperparah kondisiku.
Apalagi larangan yang satu ini yaitu "tidak boleh me nggendong2 cucu" dimana hal yang paling membahagiakan aku selama ini. Aku lalui bulan suci ini dengan menjalankan ibadah puasa seperti tahun2 lalu dimana sudah beberapa tahun ini aku selalu berusaha memenangkannya dengan puasa penuh. Seperti biasa aku selalu ditemani oleh seseorang yang sangat menyayangiku dan penuh dedikasi untuk membantuku dimana saat bantuan itu sangat aku perlukan. Dia adalah seorang anak yang ikut aku sejak remaja dan sudah terbukti loyalitas dan kredibilitasnya boleh dikata jarang ditemui sekarang ini. Hal itu sangat aku sadari setelah aku mulai menjadi tua dimana aku sudah tidak seperti dulu lagi, dimana anak-anakku sudah mulai sibuk dengan urusan rumah tangganya masing2.
Dilain pihak aku merasa bangga dengan anak2 ku yang selalu berusaha mandiri dan tidak merepotkan aku sebagai orang tuanya karena mungkin mereka menyadari bahwa aku juga bukan orang yang berlebihan malahan aku sering dibantu oleh mereka terutama dalam hal2 yang menyangkut kesehatanku.
Mudah2an aku bisa menjalani puasa ini dengan penuh khidmat, pasrah dan selalu berdoa semoga Allah SWT dapat melindungiku dari larangan2Nya dan menjauhkan segala sesuatu yang dapat menjerumuskan aku kepada hal2 yang tidak di ridhoiNya.'